SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW PERIODE MADINAH
SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW PERIODE MADINAH
1.
KONDISI MASYARAKAT MADINAH SEBELUM ISLAM
A.
KEPERCAYAAN MASYARAKAT MADINAH SEBELUM ISLAM
Sebelum kedatangan Nabi
Muhammad Saw, kota Madinah dikenal dengan nama Yatsrib. Penduduk kota Yatsrib
terdiri dari etnis Arab, baik dari Arab Selatan maupun Utara, juga ada yang
berasal dari etnis Yahudi. Penduduknya telah memiliki kepercayaan dan agama.
Agama yang dianut penduduk Yatrib adalah Yahudi, Nasrani, dan Pagan.
Sebelum adanya Islam,
Mayoritas penduduk Madinah atau Yatsrib memeluk agama Yahudi. Agama Yahudi
masuk ke Yatsrib berbarengan dengan kedatangan imigran dari wilayah utara
sekitar abad ke-1 dan ke-2. Mereka datang ke Mereka datang ke Yatsrib untuk
menyelamatkan diri dari penjajahan Romawi. Mereka mendapatkan penindasan dari
Romawi karena melakuakan pemberontakan. Migrasi terbesar bangsa Yahudi terjadi
pada tahun 132-135. Agama Yahudi dianut oleh beberapa suku-suku, antara lain
Bani Qainuqa, Bani Nadhir, Bani Gathafan, Bani Quraidlah. Keempat suku ini
tetap memeluk agama Yahudi walaupun Islam telah tersebar di Madinah. Kebanyakan
mereka bekerjasama dengan kafir Quraisy untuk mengusir dan membunuh Nabi
Muhammad Saw. Akibat menentang Islam, Nabi Muhammad mengusir mereka dari kota
Madinah. Sehingga madinah bersih dari bangsa yahudi.
Selain Yahudi, sebelum
adanya Islam penduduk Madinah atau Yatsrib memeluk agama Nasrani. Kelompok yang
merupakan kelompok minoritas berasal dari Bani Najran. Mereka mememeluk agama
nasrani pada tahun 343 M ketika Kaisar Romawi mengirim misionaris ke wilayah
mereka untuk menyebarkan agama Nasrani.
Sebagian kecil penduduk
Madinah atau Yasrib ada yang tidak memeluk agama yahudi dan nasrani. Mereka
mengikuti kenyakinan orang Quraisy dan penduduk Mekkah. Mereka memandang kaum
Quraisy sebagai penjaga Rumah Allah, sebagai pemimpin-pemimpin Agama, serta
sebagai panutan dalam beribadah. Agama mereka dikenal dengan paganisme yaitu
kepercayaan kepada benda-benda, dan kekuatan-kekuatan alam, seperti matahari,
bintang-bintang, bulan, dan sebagainya (paganisme). Mereka menyembah
kekuatan-kekuatan alam. Mereka hidup sesuai dengan tradisi warisan nenek
moyang. Praktik peribadatan mereka bertentangan dengan agama Yahudi dan
Nasrani. Karena itu, sering terjadi perselisihan dan keributan antara mereka
dengan pemeluk agama Yahudi.
B.
KONDISI SOSIAL MASYARAKAT MADINAH SEBELUM ISLAM
Keadaan sosial
masyarakat Madinah atau Yatsrib sebelum kedatangan Nabi Muhammad Saw memiliki
beberapa kemiripan dengan keadaan di Mekkah. Suku-suku dan kelompok masyarakat
yang tinggal di sana berperang satu sama lain. Yasrib memiliki dua kebudayaan
yaitu kebudayaan Arab dan Yahudi. Kedua kebudayaan tersebut jelas memiliki
tradisi yang berbeda. Sekalipun terdapat orang-orang Arab yang memeluk Yahudi
dan terjadi hubungan perkawinan diantara mereka, tapi sikap dan pola hidup
bangsa Yahudi dan Arab berbeda.
Pada awalnya,
kedua bangsa tersebut berasal dari satu rumpun bangsa, yaitu ras Semit yang
berpangkal dari Nabi Ibrahim melalui dua putranya, Ismail dan Ishaq. Bangsa
Arab melaui Ismail dan Yahudi melaui Ishaq. Meraka berkembang dan menyebar
sehingga memiliki kebudayaan tersendiri. Disamping itu, kedua bangsa berkebang
menjadi beberapa suku atau kabilah. Adapun kabilah-kabilah yang berada di
Yatsrib (Madinah) yang kita bahas yaitu kabilah Aus dan Karzaj, dan kabilah
Yahudi.
C.
KONDISI EKONOMI MASYARAKAT MADINAH SEBELUM ISLAM
Secara
geografis Yatsrib merupakan kota ketiga yang termasuk pada kawasan tandus yang
populer dengan sebutan Hijaz setelah Thaif dan Makkah. Yatsrib berada di tempat
strategis sebagai jalur penghubung perdagangan antara kota Yaman di Selatan dan
Syiria di Utara. Yastrib termasuk daerah subur di sekitar kawan tandus.
Yasrib berbeda
dengan Kota Mekkah di kondisi alam dan watak penduduknya. Yastrib merupakan
kota yang makmur dan subur dengan pertaniannya. Air yang tersedia di kota ini
mencukupi untuk membangun pertanian. Kota ini dikelilingi oleh gunung berbatu.
Di terdapat banyak lembah, atau yang paling terkenal dikenal dengan nana Wadi.
Sebagai pusat pertanian, kota Yasrib menjadi menarik bagi penduduk wilayah lain
untuk pindah ke Yatsrib.
Kota Yatsrib
(Madinah) terdapat daerah persawahan dan perkebunan yang menjadi sandaran hidup
penduduk setempat. Penghasilan terbesarnya adalah kurma dan anggur. Kurma
merupakan hasil alam yang memberikan manfaat banyak bagi kehidupan mereka,
diantaranya sebagai makanan, alat bangunan, pabrik, makanan hewan, bahkan
seperti mata uang yang digunakan untuk tukar menukar ketika terdesak. Kurma
Madinah juga banyak macamnya.
Di kota Yasrib
(Madinah) terdapat beberapa pabrik yang sebagian besar dikelola oleh orang-
orang yahudi. Bani Qainuqa’ adalah kabilah yahudi terkaya di Madinah, meski
jumlah mereka tidak banyak. Di Madinah terdapat banyak pasar, yang terkenal
pasar bani Qainuqa’, disana juga terdapat toko minyak wangi. Dan macam- macam
jual beli lainnya, yang sesuai dengan ajaran Islam maupun tidak.
D.
KONDISI POLITIK MASYARAKAT MADINAH SEBELUM ISLAM
Yasrib Tidak
menerapkan model pemerintahan seperti kerajaan yang mengatur kehidupan
masyarakatnya. Kekuasaan berada di tangan suku-suku atau kelompok tertentu.
Bergantung kepada siapa yang paling kuat diantara mereka. Perang antar suku dan
kelompok sering terjadi. Kondisi tersebut hampir sama dengan keadaan di Mekkah.
Suku yang
pertama kali tinggal dan menguasai Yasrib adalah suku amaliqoh. Mereka membangun perkampungan
dan peradaban. kemudian, bangsa Yahudi datang ke Madinah dan akhirnya menguasai
Madinah setelah menaklukan suku Amaliqoh.
Bangsa Yahudi
yang terdiri dari Bani Nadhir, Bani Quraizhah, dan Bani Qainuqa sudah bisa
membangun sebuah peradaban dengan membuat benteng-benteng untuk berlindung dari
serangan arab badui. Mereka disebutkan sebagai kelompok yang paling makmur dan
berbudaya. Oleh karena itu, jelaslah bahwa sebelum kedatangan orang-orang Arab,
Madinah sepenuhnya dikuasai oleh orang-orang Yahudi, baik secara ekonomi,
politik, maupun intelektual.
Sejarah menyebutkan
bahwa orang-orang Masehi (Kristen) di Syam (Siria) sangat membenci orang-orang
Yahudi. Mereka menganggap bangsa Yahudi telah menyiksa dan menyalib Isa
al-Masih. ereka menyerbu Yasrib untuk memerangi orang-orangYahudi. Dalam
penyerbuan tersebut, orang-orang Kristen meminta bantuan suku Aus dan Khazraj.
Suku Aus dan Khazraj, seperti halnya kaum Yahudi, juga merupakan pendatang.
Keadaan
tersebut menyebabkan peperangan antara Yahudi dan Kabilah Arab yaitu Aus dan
Khazraj. Banyak pemimpin Yahudi yang meninggal, sehingga kekuasaan Yasrib jatuh
ke tangan Aus dan Khazraj. Sebelumnya, kondisi Aus dan Khazraj merupakan buruh.
Peralihan kekuasaan di yasrib merubah kedua suku menjadi suku yang menonjol.
Bangsa Yahudi
sebagai pihak yang tersisihkan, berusaha untuk memecah belah kedua suku
tersebut. Provokasi (penghasutan) mereka nampaknya berhasil. Muncul permusuhan antara kedua
kabilah, sehingga terjadi peperangan yang tidak pernah berarkhir.
Dalam kondisi
seperti itu, bangsa Yahudi memiliki peluang untuk memperbesar perdagangan dan
kekayaan mereka. Kekuasaan mereka yang sudah hilang dapat mereka rebut kembali.
Sehingga di Yasrib terdapat 3 kekuatan yang mengendalikan Madinah yaitu kabilah
Aus, Kabilah Khazraj, dan bangaa yahudi. Ketiganya telah siap tempur dan hidup
dalam suasana perang yang tiada
hentinya.
Di Samping
perebutan kekuasaan di antara 3 kabilah tersebut, konflik muncul karena adanya perbedaan agama.
kabilah Aus dan kabilah Khazraj memeluk
agama watsani (menyembah berhala), agama yang tersebar di Memmah.
Sedangkan bangsa Yahudi sebagai Ahlul
Kitab(penganut al-Kitab) mempercayai keesaan Tuhan (monoteisme). Oleh karena
itu, orang-orang Yahudi sangat mencela suku
Aus dan Khazraj yang dipandangnya sebagai kaum kafir.
Sama halnya
dengan penganut agama watsanidi jazirah
Arabia, pada bulan tertentu, yaitu Dzulhijjah, mereka melakukan ziarahke kota
Makkah. Mereka melakukan peribadatan dan
penyembahan berhala yang ada di seputar
Ka’bah. Ziarah ke kota Makkah biasanya dilakukan secara berombongan, baik dari
kalangan suku Aus maupun Khazraj.
Akan tetapi
adanya hubungan sosial yang terjadi antara orang-orang Yahudi yang menetap di
Madinah dengan orang-orang Aus dan
Khazraj, sedikit banyak telah menyebabkan pemikiran keagamaan Yahudi
dapat diketahui dan diserap oleh mereka.
Keadaan ini
menyebabkan Kabilah Aus dan Khazraj
lebih mudah memahami ajaran keagamaan yang disampaikan oleh Nabi
Muhammad Saw. dibanding penduduk Makkah. Karena itu, Orang-orang Yasrib
(Madinah) mudah mengerti dan memahami ajaran-ajaran yang disampaikan
Nabi Muhammad, karena ajaran itu menyerupai ajaran-ajaran yang telah mereka
dengar dari orang-orang Yahudi.
Salah satunya
mengenai akan datangnya seorang Nabi baru. Karena itu, ketika mereka mendengar
berita tentang adanya seorang Nabi di Makkah, yaitu Nabi Muhammad, mereka
dengan cepat menanggapi dan
mempercayainya.
Dengan alasan
itu pula, kemudian mereka meminta Nabi Muhammad untuk pindah (hijrah) ke kota
Yasrib Dan menjadi pemimpin bagi kedua kabilah di Yasrib.
Belum ada Komentar untuk "SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW PERIODE MADINAH"
Posting Komentar